"Ketika pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah mengering..."

Test Driving Toothless
John Powell

April Fool's hoaxes


Hahaha ... what's next ?


2007

Gmail Paper


At about 10:00 PM Pacific time (where Google has its headquarters) on 30 March 2007, Google changed the login page for Gmail to announce a new service called Gmail Paper. The service offered to allow users of Google's free webmail service to add e-mails to a "Paper Archive", which Google would print (on "96% post-consumer organic soybean sputum") and mail via traditional post. The service would be free, supported by bold, red advertisements printed on the back of the printed messages. Image attachments would also be printed on high-quality glossy paper, though MP3 and WAV files would not be printed. The page detailing more information about the service features photographs of Ian Spiro and Carrie Kemper, current employees of Google. Also featured are Product Marketing Managers of Gmail Anna-Christina Douglas, and Kevin Systrom.


Google TiSP


Google TiSP (short for Toilet Internet Service Provider) was a fictitious free broadband service supposedly released by Google. This service would make use of a standard toilet and sewage lines to provide free Internet connectivity at a speed of 8 Mbit/s (2 Mbit/s upload) (or up to 32 Mbit/s with a paid plan). The user would drop a weighted end of a long, Google-supplied fiber-optic cable in their toilet and flush it. Around 60 minutes later, the end would be recovered and connected to the Internet by a "Plumbing Hardware Dispatcher (PHD)". The user would then connect their end to a Google-supplied wireless router and run the Google-supplied installation media on a Windows XP or Vista computer ("Mac and Linux support coming soon"). Alternatively, a user could request a professional installation, in which Google would deploy nanobots through the plumbing to complete the process. The free service would be supported by "discreet DNA sequencing" of "personal bodily output" to display online ads that relate to culinary preferences and personal health. Google also referenced the cola-and-Mentos reaction in their FAQ: "If you're still experiencing problems, drop eight mints into the bowl and add a two-liter bottle of diet soda." Also, look for delivery offered through the sewage system!


2009 ? can't imagine ...

Share:

2009 for Solaris

Installing Sun Solaris 10 on Intel X-86 di awal tahun baru 2009

Hari ini di awal tahun baru (semangat baru, resolusi baru, dan yang pasti salary baru hehehe) , Saya mencoba untuk mulai belajar Solaris , buatan SunOS (Stanford University Network) bareng AT&T, mulai dari membeli Interactive learning UNIX-CBT dari unixCBT.com sampe hunt solaris versi indo karangan pak kalamulah dan masruri yang satu-satunya itu … dan ternyata belajar UNIX based adalah suatu tantangan tersendiri yang menarik
untuk dipelajari serta jika diintip dari salary IT expert untuk SCNA,
emmmm
lumayan gede boss, (versi majalah Certification Magazine)


http://www.certmag.com/images/article/1208/CM1208_Fig2_TopCerts_R1.jpg


Microsoft juga kalah .. beuhhh …


Lalu ada apa lagi dengan solaris toh ? emmmm katanya siiihh .. (dari beberapa millis, forum etc) mengatakan bahwa Solaris itu usually dipakai untuk menangani verbose-verbose server mainframe untuk skala besar (corporate server seperti IBM box, telco, oil, banking dsb) jadi pengen tahu kenapa dan kenapa .. but jadi pengen juga dapet SCNA ;)


Hehehe… btw mohon kepada master2 diluar sana ditunggu bimbingannya ..

Bismillah ....


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Mulai installasi :


1. Tekan F2 untuk masuk ke Boot Setup utility, masukkan cd Sun Solaris OS kedala cd rom


2. Ubah boot priority devices ke pilihan cd rom (Load boot via cd rom) lalu save and exit


3. Pilih Solaris pada menu Grub loader session


4. Pada pilihan mode install pilih no 4 untuk pilihan console mode text installation (mengapa memilih mode ini, karna dengan memilih pilihan ini maka untuk penggunaan resource RAM akan lebih minimal )



5. Pilih bahasa untuk I/O keyboard (langsung tekan F2 untuk default language)


6. Again, language session (Pilih 0 for English )


7. Pilih yes untuk setting up networked connectivity, lalu F2



8. Jika anda ingin membuat workstation/server anda memiliki dynamic addressing maka pilih yes untuk pilihan DHCP, namun jika anda menginginkan static addressing pilih No.


9. Masukkan hostname (nama inisial ) agar system computer anda bisa dikenali dalam jaringan, dalam project kali ini saya memasukkan hostname (mdgs-2010)


10. Masukkan IP addres


11. Masukkan subnet mask


12. Pilih specify one jika anda ingin mengkonfigurasi langsung untuk pilihan default route jika tidak cukup pilih no (202.100.10.14 adalah default route computer saya setelah saya pilih specify one)


13. Berikut confirm report solaris box machine saya (pilh F2 untulk melanjutkan dan F4 unuk mengubah konfigurasi



14. Jika anda menginginkan system untuk menggunakan Kerberos utility maka pilih yes, namun pilih no untuk default


15. Pilih DNS untuk pilihan name service



16. Berikut report config solaris box saya, setelah memasuk
kan domain name, server address, search domain maka akan menampilkan report seperti berikut, namun anda bisa manual mengkonfigurasi pilihan name service nanti dan pilih none pada pilihan name service



17. Pilih use the NFSv4 domain derived by the system untuk pilihan Network File Sharing protocols.


18. Kemudian pilih Pengaturan waktu (sesuai dengan lokasi dan waktu dimana anda berada)


19. Pilih countries dan region


20. Pilih place region anda saat ini


21. Masukkan root password untuk super user / admin jangan lupa dengan password anda karna dengan super user inilah maka anda bisa meng-upgrade, memodifikasi system solaris yang kita)



22. Pada yes pilihan remote used (tujuannya untuk menambahkan utility remoted)


23. Pilih standard installation sytem


24. Accept License (F2)


25. Pilih Zettabyte File System (ZFS)


26. Pilih entire distribution with OEM support



27. Edit partition atau create pada pilihan hdd yg anda tentukan



28. Berikut confirm report untuk profile beserta boot device,file system (ZFS) dll lalu F2 untuk melanjutkan



29. Proses Installasi berjalan



30. Setelah proses installasi selesai secara auto system akan me-reboot dan apabila instalasi berjalan baik maka akan menghasilkan output logon seperti berikut .




selesai dan siap dioprek ….




Selesai :)



by : Zaid Amin



Share:

Chasing two rabbit, could u ?

Ya, " mengejar dua kelinci dalam waktu yang bersamaan, bisakah anda ? "

Where am I ?

Kerja = 10 jam , 7 hari seminggu kadang lebih, ngga' pernah kurang
termasuk hari raya, beuhhh all become black day ....
Kuliah = 4 jam
Belajar = 6 jam
Tidur = 4 jam, ngga' pernah lebih
Profesi saat ini = Graphic designer
Profesi impian = Network engineer
Pengalaman kerja network engineer = 0


is it another rats in a part of my life !

hhhh... bertanya pada diri sendiri, sebenarnya saya sedang mengejar apa ? apa yang saya cari dari semua ini ? apakah ini yang dinamakan dengan " on the big hope there's a big responsibility " cieee ...

dan terus apa hubungannya dengan rabbit ? hehehe...

ya ibaratkanlah sedang mengejar dua kelinci: (sambil makan kacang)

1. Kerja (buat bayar kuliah) -> Rabbit 1
2. Kuliah (buat mewujudkan cita-cita) -> Rabbit 2

kira-kira bisa ngga' ngedapetin dua-duanya bro ... ? hehe.. sungguh pertanyaan yg menantang ...



kapan saya bisa menjadi " real network engineer " ? kerja di balik console ? bekerja dibalik wall mainframe, travel dari suatu tempat ketempat lain ... installasi project fiber optic kayak mas-mas itu ...

hhhhhh... apakah saya harus menyerah dan menjadi laskar yang hilang ?

duh serasa jadi Lintang ? hehehe ..

sampe kapan saya bertahan ! tapi klo saya berhenti ... ? pilihannya tentu menjadi semakin ruwet?

" Kuliah kamu gimana nak ?
Kreditan motor ? siapa yang bayar ?
Arisan,inilah itulah ... "

Sedangkan umur sudah 23 ? kapan lagi cr portfolio ? resume networking nya ? yang ada malah diketawain sama my dream telco company ( Kamu pengalaman ngga' ada, yang ada malah kerja jadi graphic design, wah kamu salah jalan nak ..." tapi pak ... design itu sekedar hobi saya, iseng .. iseng berhadiah ... oalaa kayak lotere nak hehe.. mo lanjut kuliah ngga' ada duit ... eh ngga' taunya diterima di TV Lokal, yaaa... hhhhhh .... tell me what should I must to do!

ngga' mungkin donk kita lepasin ... kita bicara relatifitas ... bukan gambling !

padahal klo mau diturutin kuliah masih 2 tahun lagi ... Network Engineer ? mungkinkah !!!??

begitu banyak pertanyaan2 yang timbul dalam masa-masa kegelapan ini ( it's the dark time harry .. you should don't speak name ") hehehe ... bro seandainya ada Hegrid yang menemani atau paling tidak Hermoine yang bikin hari-hari ku lebih berwarna ... duh .. mode on : alone in the dark hehehe....

but yang jelas, mungkin saya harus tetap bertahan yah , saya harus fokus, jalani sebaik dan sebisa mungkin, itu yang penting .... sisanya do'a bro ... yakinlah bahwa niatmu itu benar ...

hhhh... semoga MDGS 2010 menjadi nyata !!! amin....

" Life is about choice ... ! not enough .. "

"dengan segala kebimbangan dan kegalauan mencoba menuangkan apa adanya"
tulisan yang aneh .. hehehe ..... :p



Share:

Konfigurasi DHCP Server on RedHat machine

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.

DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.

DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.

DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
(courtesy of : http://wikipedia.org)


Berikut konfigurasi DHCP Server yang saya dokumentasikan dengan Server berbasis RedHat dan Client Windows.



----------------------------------------------------------------------------------
1. Cek Paket DHCP

# rpm –qa grep dhcp




2. Jika sudah terinstall, maka masuklah ke direktori /etc dan carilah file dhcpd.conf, namun jika belum terinstall paketnya, maka anda perlu mendownloadnya disini dan menginstalnya terlebih dahulu, dan setelah itu copy dhcpd.conf yg ada di :

# cp /usr/share/doc/dhcp-3.0.5/dhcpd.conf.sample /etc/dhcpd.conf

(perintah ini untuk meng-copy file dhcpd.conf.sample ke /etc/dhcpd.conf )

Tetapi, Jika sudah ada, langsung saja masuk ke direktori /etc dan carilah file dhcpd.conf:

# cd /etc
# ls dchpd*


3. Kemudian konfigurasi file dhcpd.conf

# nano dhcpd.conf

4. lalu pada file dhcpd.conf masukkan network id dan netmask subnetting jaringan anda
(pada project kali ini saya memasukkan net id : 202.100.10.0/28 (255.255.255.240)

5. masukkan juga IP default gateway pada options router dan option subnetmask ;
(pada project kali ini saya memasukkan IP gateway : 202.100.10.1/28 (255.255.255.240)

6. masukkan option domain name dan option domain-name-servers
(pada project kali ini saya memasukkan IP option domain-name-servers: 192.168.0.1 /28 (255.255.255.240) dan option domain name : mdgs-server.co.id

7.masukkan range dynamic boot-p (Jangkauan IP yang disewakan untuk DHCP Client )
(pada project kali ini saya memasukkan range dynamic boot-p dari 202.100.10.10/28 - 202.100.10.15/28)

8. Anda juga bisa menset default lease time (Lama waktu penyewaan DHCP service kepada client)
(pada project kali ini saya memasukkan default lease time selama 21600;) atau per 6 jam DHCP akan mereset otomatis dan mendistribusikan ulang lagi servisnya.





9. Restart service dhcp

# service dhcpd restart

10. Untuk mengetest apakah dhcp server telah berjalan atau belum, maka cobalah masuk ke Network Connection -> Local Area Connection dan pilih Obtain an IP Address Manually pilih OK dan Klik Kanan Repair Local Area Connection.

dan apabila berhasil akan terlihat output tampilan seperti ini (klik kanan -> status):


11. client slide (windows platform):





Output yang terlihat menunjukkan bahwa lease time (waktu penyewaan) sebesar 21600 second; atau sekitar 6 jam (dari pukul 22.29.50 – 04.29.50)





by : Zaid Amin
Share:

Insan Agung

Insan Agung

ORCID iD

Popular Posts

Powered by Blogger.