"Ketika pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah mengering..."

Test Driving Toothless
John Powell

First milestone to oversea , a captivate, a spirit, a dream...

Dalam tingkatan bahasa sinisasi yang cukup tinggi dan kompleksitas sistem serba labrak di tempat ini... membuat perputaran waktu suasana akhir pekan kali ini agak sedikit melambat, slow berraaaaaattt....

Sedikit "dibawah aneh, sedikit ada tekanan batin" atau boleh di-asumsikan " Meng-anehkan weekend & Dianehkan weekend " hehehe :p




Tidak mudah untuk melawan kebosanan ini kawan ... cukupkah saja mimpi-mimpi ini disimpan dalam kotak yang berdebu ini ....

Setelah sedikit olahraga jari, klak klik, browsing dan jump sana-sini beberapa saat, pun otak kiri ini yang tadinya kaku, mulai akhirnya fleksibel dan nglenyes ... hehehe...

Mulai dari gempuran bit-bit success story, inspired journey yang dishare oleh teman-teman's maya yang nun jauh disana, akhirnya memikat hati yang jenuh ini untuk kembali berwarna...

Dikutip dari sebuah catatan seorang mahasiswa pasca sarjana di oversea, begitu inspiratif, hingga lalu membuat diri ini mencoba berandai-andai, untuk kemudian merangkum serpihan pertanyaan-pertanyaan dalam hati :

Apakah mungkin... dalam keadaan dan lingkungan yang stuck-none seperti ini, mungkinkah dengan secuil semangat anak kampung yang "buta" ini, yang terkadang diiringi oleh benturan langkah kesana-sini, tersantuk & kian tertatih-tatih... ???

hhhhh " Melipat tangan didada, sambil berdiri di samping jendela menatap keluar dan mulai berfantasi... "

"how to found that path ...? "

5W1H ?
--------------------------------------------------------------------------------------------------


Oslo-Norway.

Sebuah Sapa dan Cerita Dari Norwegia Untuk Indonesia


Selamat pagi, siang, sore, dan malam Indonesia. Setelah hampir satu tahun tinggal di Norwegia, makin hari makin terasa betapa kesejukan, kemudahan, dan kenyamanan di sini sungguh tidak dapat mengobati rasa rindu terhadap panas dan payahnya hidup di Indonesia. Memang benar kata pepatah, hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, tetap lebih senang hidup di negeri sendiri. Sebagai wujud rindu, tulisan ini pun dibuat untuk sekedar menyampaikan sapa dan berbagi cerita soal sebuah negeri nun jauh di belahan utara bumi, Norwegia, tempat di mana olah raga Ski dilahirkan.

Suhu udara baru saja kembali ke area positif belakangan ini, namun masih di kisaran 2-6 derajat celcius di Oslo. Salju masih ada, namun tak lagi setinggi paha, jalanan pun tak lagi berwarna putih tertutupi taburan salju. Senang sekali, musim semi akan tiba, pohon-pohon yang kering akan kembali ditumbuhi daun-daun, hijaunya rumput pun akan kembali warnai hari setelah diselimuti salju sejak November, pekarangan pun akan kembali siap untuk ditanami beraneka ragam bunga, dan matahari pun akan semakin sering bersinar ceriakan hari. Seumur hidup, tak pernah rasanya saya begitu antusias untuk menyambut datangnya sinar terang matahari. Mengingat Indonesia punya sinar matahari hampir setiap hari, membuatnya menjadi tidak terlalu spesial. Belum lagi, sinar matahari Indonesia begitu menyengat.

Di sini, anak kecil sampai orang tua bertaburan bermain dan bersantai di luar rumah ketika matahari bersinar cerah, matahari terlalu jarang muncul untuk disia-siakan. Di Indonesia, jangan harap orang mau bersantai di luar rumah sebelum matahari mulai meminggir. Selain untuk bersantai, orang-orang di sini juga senang berjemur karena ingin membuat warna kulit mereka menjadi kecoklatan. Bagi mereka, kulit yang terlalu putih terlihat sangat pucat dan seperti orang sakit, makanya mereka ingin kulit yang kecoklatan agar tampak lebih segar dan indah. Sementara di Indonesia, gadis-gadis sibuk memutihkan diri, bahkan ada jelas-jelas sudah dilahirkan sawo matang pun masih saja terapi suntik vitamin C supaya bisa lebih putih bersinar. Ada-ada saja. Sepertinya susah sekali untuk menyukai diri sendiri apa adanya.

Selain terkenal dengan olah raga Ski dan kesenangannya berjemur, orang Norwegia juga terkenal sebagai salah satu kelompok masyarakat yang paling baik hati di dunia. Jika anda tersesat di Norwegia, tenang saja, pasti akan ada yang menolong Anda. Ditambah lagi, mereka bisa berbahasa Inggris. Jadi kesulitan yang kebanyakan turis alami di Spanyol, Italia, atau Perancis, tidak akan terjadi di Norwegia. Namun, mereka adalah orang-orang baik hati yang juga sering dibilang "dingin", karena sikapnya yang cenderung tertutup, individualis, membutuhkan ruang besar untuk diri mereka sendiri dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk orang lain. Jika seseorang butuh pertolongan, mereka pasti akan bantu sebisanya, tapi bukan berarti mereka "mau" berteman. Kata seorang teman asli Norwegia, panjangnya musim dingin membuat mereka malas keluar rumah dan malas bersosialisasi, sehingga terpola karakter yang lebih tertutup dan individualis tersebut. Inilah menurut saya salah satu perbedaan besar antara orang Norwegia dan Indonesia. Saya rindu suasana keakraban dan kebiasaan silaturahmi orang Indonesia. Walaupun Indonesia negerinya panas, orang-orangnya tidak berhati panas dan suka marah-marah. Orang Indonesia itu murah senyum dan suka bertegur sapa, orang Indonesia itu hangat dan bersahabat.

Tapi pernah juga dalam hati terbersit untuk melanjutkan bekerja di Norwegia setelah lulus kuliah nanti. Selain karena iklim yang lebih beragam dan indah, hidup di sini juga mudah dan nyaman. Mudah karena sekolah murah sekali (biaya per semester untuk program master di kampus saya hanya sekitar Rp.600,000), transportasi publik juga sangat nyaman, teratur (jarang sekali terjadi kemacetan atau kecelakaan), dan tepat waktu, rasanya tidak ada perlunya punya mobil sendiri. Di sini juga selalu ada pekerjaan (part-time atau full-time). Harga-harga barang dan jasa di sini memang sangat mahal (sekitar 5-6 kali lebih mahal dari standar harga Indonesia), tapi gaji pekerja juga sangat tinggi (UMR Norwegia sekitar Rp. 180,000 per jam, sekitar 30 kali lebih tinggi dari UMR Indonesia). Petugas kebersihan di sini, mampu menyewa apartemen, mampu makan di restoran, mampu beli mobil, dan kalau dia pandai menabung, bisa jalan-jalan ke luar negeri. Makanya banyak anak muda Norwegia tidak ingin langsung kuliah setelah lulus SMU. Mereka memilih untuk bekerja dulu, menjadi kasir, petugas kebersihan, pelayan, dan sebagainya selama 6-10 bulan. Sebagian besar penghasilannya mereka tabung, lalu jalan-jalan ke luar negeri selama 2-4 bulan. Setelah istirahat dan senang-senang 1 tahun, baru mereka kuliah. Ketika kuliah, setiap bulan mereka akan menerima pinjaman tanpa bunga dari pemerintah sekitar Rp.16 juta (ini cukup untuk bayar sewa flat, makanan enak, jalan-jalan, dan pesta alkohol). Kalau mereka berhasil lulus, hanya sekitar 60% dari total hutang saja yang perlu mereka bayar kembali kepada pemerintah. Bagaimana, enak bukan?

Norwegia juga sangat nyaman karena segala sesuatu diatur dan diurus dengan baik, sehingga kualitas hidup masyarakatnya pun baik. Tidak perlu lagi masyarakat khawatir dengan giliran pemadaman listrik, langka BBM, atau keterbatasan akses terhadap air bersih. Di sini, kita bisa meminum air langsung dari keran mana saja di seluruh Norwegia, mau dari keran di rumah, di apartemen, maupun di toilet-toilet umum. Belum lagi kesadaran penduduknya akan kebersihan sudah sangat tinggi. Hampir tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Mereka juga telah memisahkan sampah ke dalam 5 kategori yang harus di buang di tempat sampah yang tersendiri: organik, kertas, kaleng, plastik, dan kaca (semua akan didaur ulang); dan di sini, sudah tidak ada lagi toilet yang berlantai becek, semua toilet kering dan bersih.

Selain itu, negeri ini sangat aman. Anda ketinggalan tas atau dompet di kereta api atau bus? Tenang, telpon saja perusahaan terkait, pasti mereka akan menemukan dan menyimpankan dompet Anda. Tidak akan ada yang mengambil dompet yang jatuh, yang ada, orang yang menemukan akan melapor ke petugas dan menyerahkan dompet tersebut. Belum selesai. Di sini, semua jenis transaksi dari beli permen, pulsa telepon sampai beli tiket pesawat, dapat diselesaikan dengan kartu debit/kredit maupun internet banking. Kita bahkan bisa membeli tiket di dalam kereta api (jika tengah buru-buru sehingga tidak sempat membeli di mesin tiket), dengan kartu. Mesin untuk pembayaran kartu ada di mana-mana, supir taksi, supir bis, petugas kereta api, toko-toko dari yang besar sampai yang kecil-kecil, semua punya. Sungguh memudahkan hidup.

Bagaimana dengan suasana kota? Tersedianya trotoar yang lebar bagi para pejalan kaki adalah fasilitas yang sangat saya nikmati. Sungguh nyaman menjadi pejalan kaki dan pengguna transportasi publik di sini. Berjalan kaki mengelilingi pusat kota adalah aktifitas yang sangat mengasikkan, karena town square di sini benar-benar town square alias perempatan atau alun-alun kota (bukan Mal town square), pintu utama mal-mal, restoran-restoran, toko-toko, atau kafe-kafe benar-benar langsung menghadap trotoar. Dari trotoar kita bisa melihat etalase dari berbagai jenis toko, dari trotoar kita bisa belanja mata. Di musim panas, umumnya kafe-kafe menyediakan kursi di teras gedung alias di atas trotoar, membuat suasana kota menjadi terasa sungguh santai dan akrab. Kapan ya Indonesia bisa punya tata kota yang rapi dan indah seperti Norwegia? Kapan pula Pontianak punya the real town square? Tak perlu lah kita membangun town square ala Eropa, kita bisa bangun dengan gaya khas kita sendiri. Inti dari town square itu adalah pusat kota di mana masyarakat dalam menemukan dan melakukan aktifitas apa saja di sekitar area tersebut. Mau beli buku, CD, baju, atau sekedar mau makan atau duduk santai di kafe, sampai mau istirahat (hotel).

Sungguh enak hidup di negeri ini, sebenarnya. Tapi bersitan ide untuk tinggal di sini tak kunjung pula menjadi niat bulat. Di sini tidak ada satu pun pasar di mana pelanggan masih bisa menawar harga. Di sini tidak ada pisang kepok, tidak ada durian, juga susah mencari tahu, dan tidak ada Es Lidah Buaya. Di sini hampir tidak pernah terdengar suara azan. Di sini orang-orang tua (warga senior) sering jalan-jalan sendiri, tidak ada yang menemani. Sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengar ada warga senior yang hidup satu atap bersama salah satu anaknya. Anak-anak mereka yang sudah memiliki keluarga sendiri sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, dan hanya akan berkunjung sesekali. Kebanyakan warga senior di sini harus menjalani hari tua mereka sendirian, dengan banyak waktu luang, tapi tidak banyak kasih sayang, kesepian. Di sini juga, orang-orang tampaknya sudah tidak lagi menjunjung tinggi janji pernikahan, orang begitu mudah memutuskan untuk bercerai (Norwegia salah satu negara dengan tingkat perceraian tertinggi di dunia, 45%); dan di sini, tidak mengenali tetangga sendiri adalah hal yang biasa. Boro-boro berbagi makanan dengan tetangga atau kerja bakti bersama.

Kita adalah tipe masyarakat yang masih memiliki pondasi norma-norma sosial dan kesopanan yang tinggi. Masyarakat Indonesia itu hangat, lebih bersahabat, lebih menghormati dan menyayangi orang tua, serta lebih senang berbagi dan silaturahmi. Tapi sayangnya kita masih miskin dan terbelakang dalam pembangunan. Jika mulai sekarang kita semua bekerja 1.5 kali saja lebih keras, sepertinya memiliki Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera bukan hanya akan selalu jadi mimpi di siang bolong dalam 10 tahun ke depan. Tak perlu lah kita berpikir untuk melakukan aksi yang besar-besar, cukup mulai dari yang kecil-kecil saja. Seperti mulai berhenti membuang sampah sembarangan, mulai berhenti korupsi waktu, atau mulai dengan lebih berani mengakui kesalahan dan berhenti "menyogok" ketika ditilang Pak Polisi karena tidak memakai helm?

Mari berandai-andai, jika dalam 10 tahun ke depan benar-benar tercapai Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera, bukankah Indonesia dengan segala norma dan karakter bangsa-nya dapat menjadi negeri yang 10 kali lebih membahagiakan dari Norwegia? Salam hangat dan semangat selalu. (Mahasiswa Pasca Sarjana).

Share:

Metode akses CSMA/CD pada Ethernet

Setelah beberapa saat menyibukkan diri dengan moment puasa dan lebaran, kali ini sudah saatnya saya untuk memulai kembali memanaskan mesin dan kembali pada " board " kemudi, demi serpihan komitmen yang harus segera dan sesegeranya di selesaikan :p , & semoga saja jerih payah 4 tahun kebelakang akan selesai pada akhir 2010 nanti, Insya Allah .. amin... dan berikut beberapa kutipan yang saya ambil dari:

" Solaris 10 Network Administration SA-300-S10, Student guide "


Mengenal Konsep Ethernet:

Ethernet pada awal mula didesain untuk dipakai sebagai paket switching yang berjalan pada LAN (Local Area Network) berbasis broadcast technology, dimana perangkat terhubung pada jaringan dan bersaing dalam komunikasi pembagian data. Standar IEEE802.3 untuk Ethernet ditemukan pada tahun 1985. Standar Ethernet ini di implementasikan pada antar muka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP model.


Beberapa elemen Ethernet yang umum:

- Ethernet packets, yang dinamakan " Frames" - frames adalah beberapa unit data yang terkirim diatas jaringan

- Metode akses pada Ethernet, yang dikenal CSMA/CD- metode ini mengontrol transmisi beberapa paket dan informasi yang berjalan pada perangkat keras Ethernet.

- Perangkat keras kabel-kabel, konektor-konektor, dan komponen sirkuit, perangkat ini mengirimkan data ke dan dari sistem yang berjalan pada jaringan.


CSMA/CD Access Method

CSMA/CD adalah sebuah metode akses yang memiliki kewenangan dan menghasilkan sebuah metode untuk mendeteksi dan memperbarui beberapa transmisi yang simultan. Setiap Interface mengawasi jaringan dalam aktifitas membawa singnal (Carier Sense), dan memiliki kesempatan yang sama untuk mengirimkan data (Multiple Access).

Jika ada dua interfaces mencoba untuk mengirimkan data pada waktu yang bersamaan, si penerima akan mendeteksi sebuah kemungkinan tabrakan data "Collision detection", dan kedua interface haru menunggu dalam periode sesaat sebelum mereka berusaha mengirim kembali data tersebut.periode waktu ditentukan dengan menggunakan " exponential back-off algorithm".


Gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana CSMA/CD mengakses pada jaringan:

Structure of CSMA/CD





Ethernet Statistik

perintah netstat menampilkan statistik informasi pada jaringan yang berhubungan, seperti " collision rate ". Didalam topologi media yang berbagi, tabrakan data dapat sering terjadi., hal ini dikarenakan kenaikan pada pada lalu lintas jaringan. Tabrakan data mengalami kenaikan secara eksponensial sampai ketika hampir tidak ada lagi data yang di proses.

Untuk menampilkan penggunaan terkait Ethernet Interfaces, gunakan perintah netstat dengan opsi -i , sebagai contoh :

# netstat -i
Name Mtu Net/Dest Address Ipkts Ierrs Opkts Oerrs Collis Queue
lo0 8232 loopback localhost 52559 0 52559 0 0 0

hme0 1500 sys11 sys11 18973 0 30292 0 0 0
#

Collision Rates

Tabrakan data (Collision) terjadi ketika dua atau lebih sistem mencoba untuk mengirimkan data pada suatu jaringan yang bersamaan,Collision rates mengindikasikan jumlah dari tabrakan yang terjadi.

berikut cara mengkalkulasikan collision rate, dengan mengalikan 100 pada jumlah dari collisions yang terjadi, dan membagi jumlah tersebut dengan totatl jumlah dari output packets (paket yang keluar).

Sebagai contoh , asumsikan bahwa perintah netstat melaporkan 12 collisons dan 1302 output packets, dan kalkulasi collison rate adalah sebagai berikut:

100 * 12 / 1302 = 1.0 percent collision rate


Secara Umum :


  • Collison rates lebih dari 5 persen pada jaringan10-Mbs Ethernet , dan10 percent pada jaringan 100-Mbps Ethernet, adalah suatu indikasi awal bahwa jaringan tersebut "overload" (kelebihan beban)
  • Kesalahan pada instalasi kabel biasanya juga dapat menimbulkan suatu colliions yang melewati medan-medan magnet/melalui jaringan listrik.
  • Dengan adanya switch akan menimalisir tabrakan data dengan mengurangi collision domain untuk suatu sistem.

Input and Output Errors


Jika perintah netstat melaporkan jumlah collision yang besar (sekitar 20-25 persen) dari aktifitas input dan output yang error pada suatu sistem jaringan,maka anda bisa mengikut sertakan beberapa alasan sebagai berikut:

  • Adanya alamat IP yang sama yang digunakan pada jaringan yang satu network ID
  • Kesalahan teknis pada kabel
  • Kesalahan teknis pada port di concentrator,hub, switch, atau router
  • Kesalahan teknis pada Intefaces

Sekian :)



by : Zaid Amin



Share:

Kuncinya, anda harus tahu kemana uang anda pergi!

My Money Story

Before

Saya dulu tidak mengenal investasi, yang saya lakukan setiap kali mendapatkan uang adalah ‘menyalurkannya’ ke dalam tiga hal ini, handphone model baru, makanan restoran dan membeli barang-barang yang ’saya kira’ saya butuhkan.

Saya juga dulu sering ingkar janji pada diri sendiri. Saya berkata saat menerima uang bahwa uang ini adalah uang ‘masa depan’, uang yang tidak akan diganggu. Tapi yah ketika melihat teman dengan handphone terbarunya atau ketika melihat papan iklan sebesar gajah terpampang disamping lampu merah, lupalah sudah akan janji manis itu.





Memang semua orang punya ‘pacarnya’ masing-masing. Ada yang ke hobi mobil, elektronik, musik, motor gede, tas-sepatu atau pakaian. Saya setuju mengatakan bahwa it’s ok untuk mengeluarkan uang untuk sesuatu yang anda suka, apalagi anda bersusah-payah mendapatkannya. Hanya ingat saja satu prinsip ini :

semakin banyak yang anda nikmati sekarang,

semakin sedikit yang tersisa untuk esok hari

Anda tinggal memilih kapan-nya. Dan anda bertanggung jawab atas pilihan anda sendiri.

Saya melalui masa-masa dimana saya menyesali semua pemborosan saya dimasa lalu, saya melalui masa dimana saya memaksakan diri untuk lebih disiplin menabung, terus menahan keinginan akan barang-barang, menahan diri untuk tidak jajan atau belanja hingga akhirnya terbentuk menjadi suatu kebiasaan hingga hari ini.

After

Kini saya menjadi orang yang lebih sederhana dibanding dulu dan saya terus memupuk investasi saya. Dulu umur handphone saya tidak pernah lebih dari 6 bulan. Kini saya masih menggunakan handphone yang saya beli 3,5 tahun yang lalu!

Saya dulu sering jalan-jalan dan makan diluar selepas jam kantor. Sebuah kegemaran yang boros. Kini saya tidak pernah melakukannya lagi dan pernikahan sangat membantu untuk ‘membawa’ saya pulang.

Sewaktu saya hidup konsumtif, saya bukan orang yang tidak menabung. Saya menabung. Hanya saja, beberapa pikiran saya selalu mengganggu. Akhirnya mereka mendorong saya untuk ‘mencoba’ merubah kebiasaan-kebiasaan saya. Saya ingin berbagi dengan anda beberapa pikiran tersebut :

  1. “Kenapa uang saya sedikit ya?” . Singkat saja, pada waktu itu saya ingin cepat kaya. Tapi anehnya hal itu rasanya tidak sampai-sampai. Persisnya waktu itu saya merasa dengan penghasilan 5 juta perbulan, kok tabungan saya mungkin hampir sama dengan orang hemat yang bergaji 2 juta.
  2. “Kemana saja uang saya dihabiskan ya, kok belum akhir bulan sudah habis?” . Pertanyaan ini, setelah saya bisa jawab, adalah kunci utama perubahan drastis saya! Pasti untuk anda juga! kuncinya, anda harus tahu kemana uang anda pergi! Setidaknya anda harus bisa dengan akurat menyebutkan kemana perginya 70% uang anda! Saya dulu melacak uang saya dengan menuliskan setiap pengeluaran harian saya di ‘Notes’ handphone secara singkat. Contoh : kode ‘B50′ artinya 50ribu untuk bensin. ‘F8′ artinya 8ribu untuk makanan (food). Pada akhir bulan, saya jumlahkan semua angka itu perkategori. Setelah saya melihat jumlahnya, saya terdiam. Sejak saat itu, pribadi saya yang konsumtif itu sudah pergi entah kemana.
  3. “Saya ingin uang saya menghasilkan uang lagi.” Inilah letak serunya dalam hal mengelola uang bagi saya. Di titik ini, saya menemukan tantangan yang ‘Lebih’ dari sekadar nasihat orang tua untuk “Menabung”. Bagi saya menabung identik dengan menumpuk uang sedangkan investasi adalah membuat uang! Tapi saya tidak seperti bonek langsung melempar diri ke kolam penuh piranha. Saya rajin mengerjakan semua ‘PR’ investasi saya dengan baik sebelum memulai investasi dan hasilnya sangat memuaskan sampai hari ini.

Jadi begitulah kisah investasi saya. Bukan dimulai dari uang yang banyak, tapi dari pikiran-pikiran saya. Dimulai dari kesadaran sendiri. Bukan nekat, bukan spekulasi. Saya tidak pernah spekulasikan uang saya. Saya pelajari, membeli dan terus memantau.

Mulailah investasi anda sekarang. Bukan dengan uang tapi dengan diri anda sendiri. Diri anda, pikiran anda adalah modal pertama anda untuk meraup lebih banyak lagi dimasa depan!

Jerry


courtesy of :

http://www.recehan.com/my-money-story/


Share:

So deep in to you :)



Lagi ...


baru denger yang kek ginian, mantab dah :) !
kpn si Shandy ngeluarin album di Indo ?


Share:

Insan Agung

Insan Agung

ORCID iD

Popular Posts

Powered by Blogger.